whatnaomididnext.com – Aksi unjuk rasa lingkungan Bali kembali jadi sorotan. Ratusan massa yang tergabung dalam Forum SSB turun langsung ke jalan untuk menyuarakan keresahan mereka soal kondisi lingkungan di Bali dan Nusa Tenggara. Aksi ini berlangsung di Denpasar Timur dan langsung menarik perhatian, apalagi jumlah pesertanya nggak sedikit.
Read More : WNA Asal Australia Ditemukan Meninggal di Hotel Sanur, Diduga Karena Sakit
Aksi Unjuk Rasa Lingkungan Bali Diikuti Ratusan Massa
Sekitar 600 orang ikut dalam aksi unjuk rasa lingkungan Bali ini. Mereka mulai bergerak dari titik kumpul di Jalan Serangan, Denpasar Selatan, sekitar pukul 09.30 Wita. Yang menarik, massa datang dengan konvoi panjang kendaraan, mulai dari ratusan truk hingga puluhan sepeda motor.
Iring-iringan ini terlihat cukup mencolok di jalan. Total ada sekitar 230 truk dan 60 motor yang ikut mengawal perjalanan massa menuju lokasi aksi di Jalan Ir. H. Juanda, Sumerta Kelod. Nggak heran kalau suasana jalan sempat ramai, tapi tetap terkendali.
Tujuan Aksi Unjuk Rasa Lingkungan Bali
Aksi unjuk rasa lingkungan Bali ini bukan tanpa alasan. Massa datang untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait isu lingkungan yang dianggap makin serius. Mereka berharap pemerintah bisa lebih tegas dalam mengawasi dan mengendalikan dampak lingkungan yang terjadi, terutama di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
Isu lingkungan memang lagi sering dibahas belakangan ini. Mulai dari masalah sampah, pencemaran, sampai dampak pembangunan yang dinilai kurang terkendali. Nah, lewat aksi ini, massa ingin suara mereka benar-benar didengar, bukan cuma jadi wacana.
Baca juga: Dipermalukan! Sampah Yang Cemari Pantai Di Bali Sebagian Besar Kiriman Dari Jawa Timur!
Pengawalan Ketat Selama Aksi Unjuk Rasa Lingkungan Bali
Selama perjalanan hingga tiba di lokasi, aksi unjuk rasa ini mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Aparat dari Polsek Denpasar Selatan terlihat aktif mengatur jalannya konvoi supaya tetap tertib dan nggak mengganggu pengguna jalan lain.
Sebelum aksi dimulai, peserta juga sempat mendapat arahan langsung dari Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Agus Adi Apriyoga. Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.
Menurutnya, kehadiran polisi bukan untuk membatasi, tapi justru memastikan aksi berjalan aman. Massa juga diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terpancing, dan menyampaikan aspirasi dengan cara damai.
Situasi Tetap Kondusif Selama Aksi
Sampai aksi berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Meski jumlah massa cukup besar, kegiatan tetap berjalan tertib di bawah pengawasan aparat. Ini jadi bukti kalau aksi unjuk rasa bisa tetap damai selama semua pihak menjaga sikap.
Aksi seperti ini sebenarnya penting, selama dilakukan dengan cara yang benar. Selain jadi wadah menyampaikan aspirasi, juga bisa jadi pengingat buat semua pihak kalau isu lingkungan bukan hal sepele. Di akhir, aksi unjuk rasa lingkungan Bali ini menunjukkan satu hal, kesadaran masyarakat soal lingkungan makin meningkat, dan mereka siap bersuara demi perubahan yang lebih baik.