Bali Gaskeun Proyek Sampah Jadi Listrik, Target Jalan 2027

Proyek sampah jadi listrik
Proyek sampah jadi listrik

whatnaomididnext.com – Akhirnya, proyek pengolahan sampah jadi energi listrik alias PSEL di Bali mulai kelihatan titik terang. Pemerintah Provinsi Bali bareng Kabupaten Badung dan Kota Denpasar resmi teken kerja sama buat bangun fasilitas ini. Penandatanganannya berlangsung di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (13/4/2026).

Read More : Olahraga! Pasca Dibekuk Bali United, Persib Tancap Gas Fokus Laga Kontra Selangor Fc!

Proyek sampah jadi listrik ini bukan sekadar wacana. PSEL bakal jadi solusi jangka panjang buat ngatasin masalah sampah yang makin hari makin bikin pusing. Nantinya, sampah bakal diolah pakai teknologi ramah lingkungan dan diubah jadi energi listrik. Jadi, bukan cuma bersih-bersih, tapi juga bisa menghasilkan energi.

Solusi Serius Atasi Krisis Sampah

Gubernur Bali, I Wayan Koster, dari awal memang dorong proyek ini sebagai langkah nyata. Apalagi setelah TPA Suwung berhenti menerima sampah organik sejak 1 April 2026. Dampaknya langsung terasa, muncul sampah liar di mana-mana, bahkan ada yang nekat bakar sampah sampai bikin udara jadi nggak sehat.

Dengan adanya PSEL, harapannya Bali nggak lagi terlalu bergantung pada sistem pembuangan terbuka. Proyek ini juga bakal menangani sampah dari kawasan Sarbagita, yaitu Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Targetnya, fasilitas ini bisa mulai beroperasi pada Oktober 2027. Lumayan cepat kalau melihat skala proyeknya yang besar.

Baca juga: Dipermalukan! Sampah Yang Cemari Pantai Di Bali Sebagian Besar Kiriman Dari Jawa Timur!

Pembagian Tugas, Denpasar Siapkan Lahan, Badung Support Anggaran

Dalam kerja sama ini, masing-masing daerah punya peran. Kota Denpasar kebagian tugas nyiapin lahan sekitar 6 hektar yang bekerja sama dengan pihak Pelindo. Sementara itu, Kabupaten Badung ikut bantu dari sisi anggaran, khususnya buat pengurugan lahan. Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bilang kalau lokasi PSEL ini awalnya mau dipakai buat UMKM Center dan hotel. Tapi karena masalah sampah lebih mendesak, akhirnya dialihkan. Selain soal lahan, Badung juga bantu suplai sampah. Kenapa? Karena Denpasar belum cukup memenuhi kebutuhan minimal operasional PSEL.

Butuh 1.200 Ton Sampah per Hari

Biar mesin PSEL bisa jalan optimal, dibutuhkan sekitar 1.200 sampai 1.500 ton sampah per hari. Saat ini, Denpasar baru bisa nyediain sekitar 700โ€“800 ton. Sisanya bakal disuplai dari Badung sekitar 500 ton per hari. Langkah ini penting banget. Soalnya kalau pasokan kurang, operasional bisa terganggu. Dengan adanya komitmen dari dua daerah ini, mesin PSEL diharapkan bisa berjalan stabil.

Menariknya, sampah yang diolah nggak cuma organik, tapi juga anorganik. Jadi lebih fleksibel dan bisa ngurangin tumpukan sampah secara signifikan. Sambil nunggu proyek ini selesai, Pemkot Denpasar tetap gaspol maksimalin TPS3R. Bahkan, jumlah komposter bakal ditambah sampai 176.000 unit. Kalau semua berjalan sesuai rencana, PSEL bakal jadi โ€œgame changerโ€ buat Bali. Nggak cuma beresin sampah, tapi juga ngasih nilai tambah lewat energi listrik. Jadi, Bali bisa tetap bersih tanpa drama sampah lagi.