Denpasar Nggak Lupa Sejarah, 80 Tahun Serangan Umum Diperingati Penuh Makna

80 tahun Serangan Umum Kota Denpasar
80 tahun Serangan Umum Kota Denpasar

whatnaomididnext.com – Pemerintah Kota Denpasar kembali ngingetin kita semua soal pentingnya sejarah. Tahun ini, mereka memperingati 80 tahun Serangan Umum Kota Denpasar, sebuah momen penting saat para pejuang berusaha mempertahankan kemerdekaan dari ancaman kolonial. Peringatan ini digelar lewat apel di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, lanjut dengan tabur bunga di kawasan Monumen Puputan Badung.

Read More : Pasca Banjir Besar Denpasar Bali, Ruas Jalan Kembali Bisa Digunakan

Suasananya khidmat, tapi juga penuh rasa bangga. Nggak cuma seremonial biasa, tapi jadi ajang buat mengenang perjuangan yang nggak main-main. Seluruh rangkaian acara berjalan tertib. Mulai dari upacara hingga tabur bunga yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, bersama para peserta lainnya.

Baca juga: Koster Dorong RUU HPI Cepat Disahkan, Biar Sengketa WNA-WNI di Bali Gak Makin Ribet

Serangan Umum Denpasar, Bukti Nyata Semangat Juang

Buat yang belum tahu, Serangan Umum Kota Denpasar terjadi pada 11 April 1946. Waktu itu, para pejuang dengan semangat tinggi berusaha melawan kekuatan kolonial yang ingin kembali menguasai Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Arya Wibawa menyampaikan kalau peristiwa ini bukan sekadar catatan sejarah, tapi simbol keberanian dan persatuan warga Denpasar. Para pejuang saat itu bersatu, tanpa pamrih, demi satu tujuan: menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nggak heran kalau peristiwa ini selalu diperingati setiap tahun. Soalnya, nilai perjuangannya masih relevan banget sampai sekarang.

Bukan Sekadar Upacara, Tapi Ajakan untuk Generasi Sekarang

Dalam sambutannya, Arya Wibawa juga mengutip pesan dari Soekarno yang bilang kalau bangsa besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Pesan ini terasa ngena banget, apalagi di tengah zaman yang serba cepat seperti sekarang.Ia juga mengajak masyarakat Denpasar, terutama generasi muda, untuk nggak cuma mengenang, tapi juga meneladani semangat para pahlawan. Mulai dari hal kecil, seperti menjaga persatuan, sampai ikut berkontribusi dalam pembangunan kota.

Selain itu, peringatan ini juga jadi pengingat buat terus mendorong Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya. Artinya, pembangunan nggak cuma soal fisik, tapi juga menjaga identitas dan kearifan lokal. Tema tahun ini pun cukup kuat: melanjutkan perjuangan bersama rakyat demi menuju Indonesia Emas. Jadi, semangatnya bukan cuma nostalgia, tapi juga aksi nyata ke depan. Intinya, peringatan 80 tahun Serangan Umum Denpasar ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Lebih dari itu, ini adalah momen buat refleksi, belajar dari sejarah, dan bergerak bareng membangun masa depan yang lebih baik.