whatnaomididnext.com – Kasus pencurian kendaraan bermotor atau curanmor lagi-lagi bikin resah. Kali ini, sebuah motor yang dititipkan di parkiran minimarket di kawasan Sumerta Kelod, Denpasar Timur, tiba-tiba hilang. Kasus curanmor di Denpasar ini jadi pengingat penting buat kamu supaya lebih waspada saat parkir, apalagi kalau kondisi motor kurang aman.
Read More : Polda Bali Tetapkan 3 Tersangka Rusuh Satu Mencuri Gas Air Mata, Dua Bawa Bom Molotov
Kronologi Kasus Curanmor di Minimarket Denpasar
Peristiwa curanmor ini terjadi di parkiran minimarket di Jalan Drupadi. Korban, seorang perempuan berusia 21 tahun, awalnya memarkir motor Honda Vario miliknya karena buru-buru berangkat kerja ke Uluwatu.
Karena kondisi jalan macet dan waktu sudah mepet, dia akhirnya memilih naik ojek online. Motor tersebut pun dititipkan di parkiran minimarket dengan kondisi yang sebenarnya cukup rawanโstang tidak terkunci dan rumah kunci dalam keadaan rusak.
Niatnya sih aman, bahkan dia sempat minta bantuan temannya untuk mengambil motor itu dan membawanya pulang. Tapi sayangnya, sebelum sempat diamankan, motor tersebut sudah lebih dulu hilang dari lokasi.
Aksi Pelaku Curanmor yang Tergolong Nekat
Pelaku curanmor bernama Samsul Riadi (25), diketahui berasal dari Lombok Barat. Dia memanfaatkan situasi yang bisa dibilang โkesempatan emasโ. Melihat motor dalam kondisi tidak terkunci, pelaku langsung beraksi tanpa butuh waktu lama.
Awalnya, motor tersebut dituntun dulu agar tidak mencurigakan. Setelah dirasa aman, pelaku kemudian menyalakan kendaraan menggunakan kunci palsu dan langsung membawa kabur. Aksi ini terekam jelas di CCTV minimarket, yang kemudian jadi petunjuk penting bagi polisi dalam mengungkap kasus curanmor ini.
Baca juga: Kasus Penganiayaan WNA Prancis di Denpasar Berujung Damai, Ini Kronologinya
Pelaku Curanmor Berhasil Ditangkap di Lombok
Setelah menerima laporan, tim kepolisian langsung bergerak cepat. Dari hasil penyelidikan dan rekaman CCTV, pelaku diketahui kabur menyeberang ke Lombok. Polisi pun berkoordinasi dengan pihak kepolisian di Pelabuhan Lembar. Nggak butuh waktu lama, pelaku akhirnya berhasil diamankan di wilayah Lombok pada 5 April 2026.
Saat ditangkap, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti, seperti pakaian yang dipakai saat beraksi dan rekaman CCTV. Pelaku mengakui bahwa dia melakukan aksi curanmor tersebut seorang diri.
Kerugian dan Pelajaran dari Kasus Curanmor
Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp 4 juta. Meski nilai kerugiannya nggak terlalu besar dibanding kasus lain, tetap saja ini jadi pengalaman yang nggak mengenakkan. Dari kasus curanmor ini, ada beberapa pelajaran penting yang bisa kamu ambil.
Pertama, jangan pernah meninggalkan motor dalam kondisi tidak terkunci, walaupun cuma sebentar. Kedua, pastikan rumah kunci dalam kondisi baik. Dan terakhir, kalau bisa, pilih tempat parkir yang benar-benar aman dan terpantau.
Kasus curanmor seperti ini sebenarnya bisa dicegah kalau kita lebih waspada. Jangan sampai kelalaian kecil justru bikin kamu rugi besar. Jadi, mulai sekarang, pastikan kendaraan kamu selalu dalam kondisi aman sebelum ditinggal, ya.