whatnaomididnext.com – Pemerintah Kota Denpasar lagi serius banget ngebut ningkatin kualitas pendidikan. Nggak cuma soal nilai akademis, tapi juga gimana caranya bikin sumber daya manusia (SDM) yang siap bersaing di masa depan. Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, usai ikut persembahyangan dalam rangka Hari Raya Saraswati di Pura Agung Jagatnatha.
Read More : Pencapaian Denpasar Di Program Spm Dievaluasi Triwulan Ii, Apa Hasilnya?
Menurutnya, pendidikan itu jadi fondasi utama pembangunan kota. Jadi wajar aja kalau Denpasar gaspol tingkatkan pendidikan, tenaga pengajar, sampai fasilitas pendukungnya. Nggak heran juga kalau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Denpasar ikut terdongkrak berkat fokus ini. โTargetnya jelas, kita ingin lahirkan generasi yang nggak cuma pintar, tapi juga punya daya saing tinggi,โ kira-kira begitu pesan yang ingin ditegaskan.
Sekolah Ikut Andil dalam Edukasi Lingkungan
Menariknya, Denpasar nggak cuma ngomongin pendidikan di kelas aja. Ada sentuhan lain yang juga digenjot, yaitu literasi lingkungan. Jadi, siswa nggak cuma belajar teori, tapi juga diajak langsung peduli sama kondisi sekitar.
Salah satu langkah nyatanya, sekolah-sekolah di Denpasar mulai aktif menerapkan pemilahan sampah dari sumbernya. Kebiasaan kecil ini ternyata punya dampak besar kalau dilakukan konsisten. Edukasi soal lingkungan juga terus digencarkan, melibatkan guru, siswa, sampai kalangan kampus. Dengan cara ini, generasi muda diharapkan punya kesadaran lebih soal pentingnya menjaga lingkungan. Jadi bukan sekadar pintar, tapi juga punya empati terhadap bumi.
Baca juga: Dipermalukan! Sampah Yang Cemari Pantai Di Bali Sebagian Besar Kiriman Dari Jawa Timur!
Momentum Saraswati, Ilmu Itu Bekal Hidup
Perayaan Hari Raya Saraswati jadi momen refleksi yang pas buat ngingetin pentingnya ilmu pengetahuan. Dalam kesempatan itu, Jaya Negara juga menyinggung pesan dari sastrawan besar Bali, Ida Pedanda Made Sidemen. Pesannya simpel tapi dalam, walaupun seseorang nggak punya banyak sumber daya, ilmu pengetahuan tetap bisa jadi bekal utama untuk hidup dan mengabdi ke masyarakat. Ilmu itu bukan cuma alat buat cari kerja, tapi juga jalan untuk memberi manfaat.
Persembahyangan yang diikuti para ASN Pemkot Denpasar ini berlangsung khidmat. Dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Tunjung Kuning, suasana terasa tenang dengan lantunan doa dan kidung suci.Menariknya lagi, sejumlah siswa juga ikut hadir. Mereka datang bukan cuma untuk sembahyang, tapi juga memohon tuntunan ilmu, kebijaksanaan, dan keselamatan dalam menjalani kehidupan.
Langkah Pemkot Denpasar ini patut diapresiasi. Pendidikan nggak lagi dilihat sebatas angka di rapor, tapi juga sebagai cara membentuk karakter dan kepedulian. Dengan kombinasi antara peningkatan kualitas SDM dan edukasi lingkungan, Denpasar lagi menyiapkan generasi masa depan yang lebih lengkap. Singkatnya, bukan cuma pintar di kelas, tapi juga sadar lingkungan dan punya nilai kehidupan yang kuat. Ini baru pendidikan yang benar-benar โhidupโ.