whatnaomididnext.com – Masalah sampah di Denpasar memang nggak ada habisnya. Tiap hari, volumenya makin numpuk dan butuh solusi yang serius. Nah, kabar terbaru datang dari DPRD Kota Denpasar yang lagi mendorong optimalisasi pengolahan sampah di TPST Tahura I. Targetnya nggak main-main, bisa sampai 300 ton per hari!
Read More : Magrib Denpasar
Target Besar Pengolahan Sampah di Denpasar
Komisi III DPRD Kota Denpasar turun langsung ke lapangan buat ngecek kondisi TPST Tahura I pada 13 April 2026. Dari hasil peninjauan itu, mereka melihat potensi besar yang masih bisa dikembangkan. Ketua Komisi III, I Wayan Suadi Putra, bilang kalau kapasitas TPST ini sebenarnya masih bisa ditingkatkan. Saat ini memang belum maksimal, tapi dengan tambahan unit atau optimalisasi sistem, angka 300 ton per hari bukan hal yang mustahil.
Bahkan, kalau Tahura I bisa capai 300 ton dan Tahura II nantinya dikembangkan hingga 200 ton, total 500 ton sampah per hari bisa langsung tertangani. Ini jelas jadi langkah besar buat ngurangin beban sampah di Kota Denpasar.
Catatan Penting, Jangan Sampai Terkendala Sistem
Walaupun DPRD mengapresiasi langkah Pemkot Denpasar yang sudah pakai teknologi mesin pengolah sampah, tetap ada catatan penting nih. Saat ini, sistem yang dipakai adalah pembelian mesin, lalu operasionalnya dipegang langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Sekilas sih oke, tapi ada potensi masalah kalau mesin rusak.
Kenapa? Karena proses pengadaan suku cadang lewat mekanisme anggaran pemerintah biasanya butuh waktu lama. Ini bisa bikin penanganan sampah jadi tersendat. Makanya, DPRD nyaranin supaya pihak penyedia mesin ikut terlibat langsung dalam operasional. Tujuannya biar lebih cepat tanggap kalau ada kendala teknis. Selain itu, kebijakan pemilahan sampah dari rumah tangga juga tetap jadi kunci. Kalau dari hulunya sudah rapi, kerja mesin di hilir bakal jauh lebih maksimal.
Baca juga: Dua Pria Ditemukan Tewas Diduga Minum Racun Tikus Di Denpasar, Polisi Ungkap Motif
Proses Uji Coba Mesin Masih Berjalan
Dari pihak DLHK, Sekretaris I Wayan Tagel Sidarta menjelaskan kalau saat ini ada dua mesin dengan kapasitas total 200 ton per hari yang lagi masuk tahap uji coba atau commissioning. Targetnya, semua proses uji coba ini bisa selesai di akhir April 2026. Kalau sudah berjalan penuh, TPST Tahura I bakal beroperasi selama 20 jam sehari dengan sistem tiga shift.
Lumayan padat, tapi memang itu yang dibutuhkan buat ngejar target pengolahan sampah. Fokus utama sekarang adalah memastikan dua mesin ini bisa bekerja optimal dulu. Setelah itu stabil, baru deh bakal dievaluasi lagi untuk penambahan jalur pengolahan supaya kapasitas bisa terus naik.
Harapan ke Depan, Sampah Bukan Lagi Masalah Besar
Kalau semua rencana ini berjalan lancar, Denpasar punya peluang besar buat mengatasi masalah sampah secara bertahap. Kuncinya ada di kolaborasi, mulai dari masyarakat yang disiplin memilah sampah, sampai teknologi yang bekerja maksimal di TPST.
Jadi, bukan cuma soal mesin canggih, tapi juga soal kebiasaan kita sehari-hari. Kalau dua hal ini jalan bareng, bukan nggak mungkin masalah sampah di Denpasar bisa jauh lebih terkendali ke depannya.